Jumat, 26 Agustus 2011

Bongkar Kuburan, Demi Kuak Misteri Mona Lisa

Tak ada lukisan di dunia yang semisterius Mona Lisa. Masterpiece karya Leonardo Da Vinci ini diyakini menyimpan banyak simbol tersembunyi: dari simbol 'LV' di matanya, angka '72 di lengkung jembatan di latar lukisan, sampai senyumannya yang jadi teka-teki. Yang juga tak kalah bikin penasaran, siapa sebenarnya orang yang dijadikan model lukisan ini.

Ilmuwan dan investigator seni berjuang keras untuk memecahkan misteri ini. Mereka bahkan berencana melakukan aksi nekad: membongkar kuburan Lisa Gherardini Del Giocondo di Biara Saint Orsola, Florence -- mengambil DNA-nya, dan merekonstruksi wajahnya.

Tim ilmuwan ini dipimpin Silvano Vinceti, investigator seni yang dijuluki 'Indiana Jones modern'. Tim ini berangkat dari dugan kuat bahwa bangsawan Lisa Gherardini adalah sosok di balik senyum misterius Mona Lisa -- lukisan berusia 500 tahun yang paling dikenal di seluruh dunia.

"Survei awal dari bangunan itu mengungkap keberadaan ruangan bawah tanah berusia 500 tahun. Kami yakin, itu adalah lokasi peristirahatan Lisa Gherardini, yang menginspirasi lukisan Mona Lisa," kata Vinceti, seperti dimuat Daily Mail, Rabu 6 April 2011.

"Kami akan mengkomparasikan DNA yang ditemukan dari tulang-belulang dengan DNA dua jasad lain di dua gereja berbeda di Florence -- di mana dua anak Lisa Gherardini dimakamkan."

Lisa Gheradini, yang meninggal pada 1542, adalah istri seorang saudagar sutra kaya bernama Francesco del Giocondo. Di Italia, lukisan Mona Lisa dikenal sebagai La Gioconda.

Sebelumnya, para sejarawan telah menemukan sertifikat kematiannya yang memberi informasi lokasi kuburan itu, namun ada kekhawatiran bahwa setelah 500 tahun, ruang bawah tanah itu mungkin telah bergeser.

Kekhawatiran lain, penduduk lokal memberikan informasi pada tim bahwa, 30 tahun lalu reruntuhan biara tersebut dibuldozer dan berubah menjadi tempat pembuangan sampah.

Penggalian yang akan dimulai akhir bulan ini mendapat dukungan dari Dewan Florence.

Ini bukan kali pertama Profesor Vinceti membongkar kuburan untuk menyibak misteri. Ia pernah menggunakan teknik yang sama  mencari dan mengidentifikasi jasad Caravaggio, salah satu master Renaissance.

Vincenti juga yang menguak pesan tersembunyi di mata Mona Lisa setelah memeriksanya dengan kaca pembesar super.

Untuk diketahui, Da Vinci mulai melukis Mona Lisa di tahun 1503 atau 1504 dan menyelesaikannya pada tahun 1519, tak lama setelah ia pindah ke Prancis, dan lalu meninggal dunia.

Pada Agustus 1911 lukisan itu sempat dicuri oleh seorang karyawan di Louvre yang berasal dari Italia. Si pencuri merasa, Mona Lisa harus dipulangkan ke tanah airnya: Italia.

Tak hanya dicuri, Mona Lisa juga mengalami serangan vandalisme pada tahun 1956. Sejak itu, Mona Lisa dipamerkan di balik kaca anti peluru - yang melindunginya dari serangan terakhir tahun lalu ketika seorang wanita Rusia marah karena permohonan menjadi warga negara Prancisnya ditolak -- melemparkan cangkir teh ke arah Mona Lisa.



sumber : VIVA news

Kamis, 25 Agustus 2011

Fakta Unik Tentang Musik

-Kanada adalah negara yang paling banyak menyelenggarakan festival musik Jazz, setiap tahunnya paling tidak ada 40 gelaran Jazz di sana.

-Jim Morrison, vokalis The Doors, adalah rockstar pertama yang ditangkap polisi saat manggung.

-Istilah slang "rock and roll" sering dipakai orang berkulit hitam untuk menyebut "hubungan seks". Penyanyi wanita Trixie Smith pertama kali menggunakan istilah "rock and roll" dalam lagu "My Baby Rocks Me With One Steady Roll" yang diedarkan tahun 1922.

-Mendengarkan musik dengan earphone/headset dengan volume yang keras selama 1 jam saja. Bisa meningkatkan jumlah bakteri di telinga 700 kali lipat.

-Lagu Happy Birthday ternyata memiliki hak cipta, sehingga kasus seperti lagu Rasa Sayange yang di klaim punya negara tetangga, bisa dihindari.

-Tayangan Video dari penyanyi kulit hitam pertamadi MTV adalah Billy Jean, milik Michael Jackson. Tayangan itu otomatis menutup rumor yang beredar bahwa MTV mempunyai kebijakan untuk tidak menayangkan video musisi kulit hitam.

-Oleh sebagian orang musik Rock N' Roll sebagai musik rendahan dan mengancam musik yang berkualitas. Oleh karena itu, di mulailah tradisi Grammy Award yang pertama kali pada tanggal 4 Mei 1959, hingga sekarang.

-Lagu dengan judul tepanjang adalah I'm Cranky Old Yanky In a Clanky Old Tank on the streets of Yokohama with my Honolulu Mama doin' Those beat-o, Beat-o, Beat-o Flaon-my seat-o, hirohito blues yang ditulis oleh Hoagy Carmichael pada tahun 1943.

-Musik bisa meredakan rasa sakit kepala sebanyak 20% dan menurunkan level depresi hingga 25%.

-Anjing dan kucing ternyata responsif terhadap musik, Anjing lebih cocok mendengarkan musik klasik, sedangkan kucing senang dengan musik ballad. Nggak percaya? coba aja cek! hehehe...

-Lagu In my Darkest Hour, milik Megadeath, di tulis oleh Dave Mustain atas rasa duka mendalam atas tewasnya basis Metallica, Clif Burton, yang notabene mantan sejawatnya.

-Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

-Koes Plus, Legenda Musik Indonesia ternyata pernah masuk penjara, karena dituduh oleh Ir. Soekarno(Presiden Indonesia pertama) membawakan lagu yang mirip-mirip The Beatles. Ir. Soekarno sangat membenci musik berbau "barat".
-Mendengar ancaman dari Ir. Soekarno, Benyamin S. juga hampir masuk penjara, dan akhirnya Benyamin S. mengganti aliran musiknya yaitu musik Betawi.


source : kaskus

Rabu, 24 Agustus 2011

10 Gitaris Tercepat di Dunia

Kali ini Bagaimana kalau kita membahas mengenai 10 Gitaris Tercepat Dunia yang juga mengantongi gelar sebagai gitaris yang layak disebut sebagai gitaris terbaik dunia. mereka ini dipilih karena skill dan kecepatan mereka dalam memainkan solo gitar. umumnya mereka ini disebut sebagai Shredder. jadi mereka ini bisa kita sebut sebagai The World Best Guitar Shredder of All Time. Siapa sajakah mereka??

Kita Mulai dengan posisi 10 dulu ya dari top 10 Gitaris Tercepat Dunia

10. The Great Kat
The Great Kat merupakan nama panggung dari Katherine Thomas yang terkenal karena insterprestasinya dalam musik thrash metal dengan sedikit musik klasik. Kebanyakan dia bermain dengan gitar elektrik, tetapi kadang dia bermain biola. Faktanya Thomas adalah pelatih biola, lulusan dari Juilliard School dan sempat tur untuk bermain conventional classical music sebelum akhirnya menyebrang ke metal.Dia memang gila seperti yang terlihat.

9. John Petrucci
Salah satu inspirasi para pemain gitar. John lebih dikenal sebagai pendiri dan anggota dari progressive metal band Dream Theater. Dia telah memproduksi (bersama dengan Mike Portnoy) semua album Dream sejak release pertamanya pada tahun 1999 release, Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory. Dia penulis lirik utama dalam band.

8. Buckethead
Dia dikenal karena selalu memakai topeng plastik putih dan memakai topi dari buket KFC. Dia merupakan komposer yang produktif, telah melepas 38 album solo dan mengerjakan lebih dari 50 album. Dia juga merupakan bintang tamu dalam 44 album dari berbagai artis berbeda. Dia mencampur musiknya secara beragam dan berbeda seperti thrash metal, funk, electronica, jazz, bluegrass dan avant-garde music.

7. Rusty Cooley
Rusty tidak puas sebagai pemain musik lokal dan mulai berkarir solo pada awal 1996. Dan saat ini dia khusus bermain dengan 7-string guitar. Debut album solo perdananya dimulai pada tahun 2003. Dan tidak diragukan lagi, dia merupakan salah satu pemain gitar tercepat di dunia.

6. Joe Stump
Teknik Joe Stump hampir sama dengan Yngwie Malmsteen’s, yaitu neo-classical metal. Dia juga telah merelease beberapa album dengan bandnya, Reign of Terror dan juga sebagai solo artis. Dia juga bermain sebagai lead guitar pada symphonic metal band HolyHell. Stump adalah seorang professional shredder, dan berdasarkan pemilihan pada majalah Guitar One dia menempati urutan ke 6 diantara daftar 'Top 10 fastest shredders of all time'.

5. Shawn Lane
Shawn Lane menjadi pemain gitar terkemuka dalam lingkungan gitaris underground dan bergabung dengan Black Oak Arkansas ketika berumur 14 tahun.

4. Paul Gilbert
Paul Gilbert lebih terkenal bersama Racer X, Mr. Big, and beberapa instrumental album yang dikeluarkan belakangan. Setelah keluar dari Mr. Big pada tahun 1997, Gilbert memulai merelease album solo. Dia juga bergabung dengan Joe Satriani dan John Petrucci pada G3 tour tahun 2007. Dia juga terkenal untuk alternate picking, string skipping technique, dan mendapatkan urutan ke 4 “Top Shredders of All Time” dari Majalah Guitar One.

3. Yngwie J.Malmsteen
Gitaris asal swedia yang juga merupakan seorang komposer, multi-instrumentalist, and pemimpin band. Malmsteen menjadi perhatian pada pertengahan tahun 1980 untuk pengaruh teknik gitarnya dan komposisi neo-classical metal compositions. Penjualan Empat albumnya dari tahun 1984 sampai 1988, Rising Force, Marching Out, Trilogy, and Odyssey, menempati urutan puncak dari top 100.

2. Chris Impelliteri
Lahir tanggal 10 Nopember 1964 in Connecticut. Berdasarkan majalah Guitar One Magazine, dia merupakan gitaris tercepat di dunia urutan ke dua.

1. Michael Angelo Batio
Di nobatkan sebagai sebagai gitaris nomor 1 tercepat di dunia. Batio juga terpilih sebagai “No. 1 Shredder of All Time” oleh Majalah Guitar One pada tahun 2003. Pada saat bersamaan di bulan april 2008 dia mendapat urutan pertama dari “Top 100 Greatest Metal Guitarists of All Time” oleh Majalah Guitar World dan salah satu dari “20 Greatest Shredders of All Time” oleh majalah Total Guitar Magazine. Wajar jika posisi no 1 ini jatuh ke tangan Michael Angelo Batio. karena dia adalah satu satunya manusia yang bisa bermain gitar di tangan kanan dan kiri sama baiknya. lihat saja bentuk gitar 4 necknya yang berbentuk X. Michael Angelo Batio juga mempunyai aksi panggung yang luar biasa dan amat sangat memukau. kecepatan, skill, tehnik dan semuanya. dia adalah dewa dari seluruh dewa gitar yang ada mungkin yah??

source : http://www.unikaja.com/2010/06/10-gitaris-tercepat-di-dunia.html#axzz1VvYXLbrn

Sabtu, 13 Agustus 2011

Kebenaran yang Terungkap

Malam ini aku tak bisa terlelap. Kuhitung mundur setiap detikan jam yang terus berputar. Kucoba untuk sejenak mengistirahatkan ragaku yang penat. Namun, cahaya ini menolak untuk dipadamkan. Malam  semakin larut, namun aku belum berhasil untuk sekedar meremangkan cahayaku. Kunanti hingga malam mencapai puncaknya. Tiba-tiba aku teringat, seorang gadis yang selalu mengisi hari-hariku. Walau dia bukan milikku tetapi aku tahu kalau dia selalu ada untukku. Sepanjang malam ku isi dengan lamunan indahku bersamanya.
Aku mengawali hari ini tak seperti biasanya. Senyum selalu tersungging di bibirku. semua berjalan seperti apa yang kuharapkan. Hari ini adalah hari dimana aku beranjak dewasa. Dimana usiaku telah menapaki usia remaja matang. 17 tahun.  Aku melihat Lala, gadis yang sepanjang malam hadir dalam lamunanku. Dia berdiri di depan gerbang sekolah. Manis sekali. Dia melambaikan tangannya. Seolah melambai padaku. Terbayang aku akan kejutan yang akan diberikannya kepadaku di hari ulang tahunku. Namun bayangan indah itu hilang oleh sesosok tubuh yang berjalan mendahuluiku menemui lala.
Aku tak percaya. Seorang gadis yang selama ini aku dambakan kini telah menjadi milik orang lain. Aku hancur. Bahkan lebih hancur dari debu. Ulang tahun ini adalah ulang tahun yang tidak pernah aku harapkan dalam perjalanan hidupku.
###
Malam ini terasa asing bagiku. Bulan enggan menyapaku. Hanya mendung yang menggelayut yang menemaniku. Kubiarkan tubuhku terkurung dalam kesendirian malam. Ungkapan “sweet seventeen” kini tak berlaku bagiku. Kucurahkan semua isi hati ini dalam sebuah diary kecil. Hanya dialah tempat dimana aku bisa bercerita. Sedikit memang, tapi tak apalah. Kulukiskan semua kisahku dalam diary itu. Hidup tanpa teman menurutku jauh lebih baik.
###
Seminggu berlalu, aku semakin terpuruk dalam kesendirian, semakin malas untuk berinteraksi dengan siapapun. Hanya diary kecil ini yang menemaniku.
Hari ini aku kubuka mataku dengan malas. Seakan ada yang menghalangi aku untuk pergi ke sekolah. Langkah gontai mengiringi perjalananku kali ini. Aku padam. Api dalam diri ini mati tertiup oleh angin. Aku malas menjawab semua sapaan hangat teman-temanku. Ya, sekali lagi, hidup tanpa teman jauh lebih baik.
###
“kriinggg……kriinggg” bel tanda pulang sudah berbunyi.
Namun aku begitu malas untuk beranjak. Kuabaikan semua ajakan pulang yang teralamat kepadaku. Kutundukkan kepalaku beralaskan tanganku yang terlipat di meja. 15 menit berlalu, kelas sudah tak berpenghuni. Kuangkat kepalaku menatap seisi ruang kelas ini. Terhenti pengamatanku pada sebuah buku kecil yang terletak di bangku paling depan deretan sebelah kanan. Rasa penasaran mendorong otakku untuk memerintahkan kakiku melangkah menghampiri buku tersebut. Kuambil buku berwarna pink itu, kuamati. Kubuka lembar pertama dari buku itu, tertulis “this book belongs to mytha”. Mytha adalah bintang di kelasku. Dia selalu menduduki peringkat pertama di kelas. Namun di balik kepandaiannya tersebut, mytha adalah sosok anak pendiam dan jarang berinteraksi dengan sekitarnya.
Kubuka lembar demi lembar, sampai pada sebuah halaman yang terlipat. Kubaca isi diary tersebut,
Senin 13 januari 2010
“kuharap ini hari yang baik untukku, lomba ini adalah caraku untuk membanggakan ibuku. Semua persyaratan telah terpenuhi, namun ada yang kurang, ahh…. Akta kelahiran. Aku bertanya pada ibu dan ibu memintaku untuk mencarinya di lemari. ku teliti semua berkas yang ada. Namun kenyataan pahit yang harus kuterima. aku menemukan secarik surat yang berisi persetujuan pengadopsian diriku dari panti asuhan. Tanpa sadar air mataku terjatuh. Kenapa ibu tidak memberitahuku dari awal ??”
Kubawa diary kecil itu.
“bruk….” Kurebahkan diriku di tempat tidurku. Setidaknya bisa mengurangi rasa penat selama mengikuti pelajaran di sekolah tadi. Kuletakkan diary itu di atas meja belajarku.
Kunikmati malam ini dengan duduk tertegun di serambi rumah. Namun, malam ini tetap seperti kemarin, tak ada yang menemaniku. Aku merenungkan kata-kata mytha tadi. Dia adalah anak angkat, pasti sakit sekali jika mengetahuinya secara langsung. Meski begitu, dia masih dapat meraih prestasi yang gemilang. Sedangkan aku, aku patah hanya gara-gara seorang cewek, padahal ada yang lebih baik dari itu yaitu orang tuaku. Aku bertekad untuk menghapus memori buruk ini.
Samar kudengar suara isak tangis dari dalam rumah. Isak tangis yang begitu pilu. Aku terlambat menyadari bahwa isak tangis itu sebenarnya berasal dari orang yang selama ini mengasuhku. Ibu. Aku segera beranjak dan mendapati ibukusss sedang menangis terisak sambil memeluk diary kecil milik mytha.
“ibu, kenapa ibu menangis?”
Sembari terisak, ibuku mencoba menjawabnya.
“akhirnya kau tahu nak apa yang sebenarnya terjadi.”
Aku masih tidak paham tentang maksud dari ucapan ibuku tadi.
“maksud ibu apa?”
Ibu menghela nafas, mencoba untuk mengaturnya kembali.
“mungkin inilah saat yang tepat bagi ibu untuk memberitaukan yang sebenarnya terjadi.”
Aku semakin tidak paham dengan ucapan ibuku.
“sebenarnya kamu bukanlah darah daging ibu sendiri nak. Ibu mengadopsi kamu saat kamu baru berusia 5 bulan.”
Mendengar kenyataan seperti itu, bagaikan tersambar petir. Aku hancur dan terbakar. Mata ini tak sanggup lagi untuk membendung buliran-buliran air yang terjatuh. Terjatuh dan bersimpuh. Ibu memelukku erat. Lembut dan hangat. Kembali aku teringat diary mytha. Terima kasih, karena telah mengungkap tabir kejujuran untukku.

Asaku Kini Bersambung


“LULUS”. Itulah kata yang tertera dalam secarik kertas yang barusan aku keluarkan dari amplop coklat.
“Alhamdullillah”.
Aku tersenyum. Perjuanganku kini tidak sia-sia. Sejenak aku mengamati angka-angka yang tertera di kertas tersebut. Penjelajahan mataku akhirnya tertuju pada sebuah kolom yang bertuliskan “jumlah nilai”. Aku mengamati sejenak, namun mataku tidak mau beranjak dari kolom tersebut. Aku mengembangkan senyum yang sejak semula tersungging di bibirku.
Ingin rasanya aku berteriak dan menunjukkan kepada dunia bahwa aku berhasil. Namun, semua itu tertahan karena dalam otakku berkecamuk sebuah kalimat, “setinggi-tingginya gunung, pasti ada gunung yang lebih tinggi lagi”. Itu berarti, sebagus-bagusnya nilaiku, pasti banyak yang jauh lebih baik dariku.
Aku melangkah dengan kepala tegak dan tatapan mantap, seolah sebuah surga sudah menantiku di depan sana.
***
“Ibu, lihat nilaiku! aku lulus bu!”.
Ibuku memandangku. Sebuah senyum kecil tersungging di bibir seseorang yang telah melahirkan aku tersebut. Aku meletakkan amplop coklat tersebut di sebuah meja makan yang telah menemani perjalanan hidup keluarga kami selama bertahun-tahun. Aku masuk ke sebuah ruangan yang menurutku paling indah, dengan cat warna hijau, membantuku untuk sejenak melepas penat setelah melakukan aktivitas. Ya, itulah kamar tidurku.
Sejenak aku teringat tentang kewajibanku terhadap Rabb-ku.segera ku tanggalkan seragam sekolahku dan berganti dengan busana muslim berwarna merah yang dipadu dengan sebuah sarung bermotif persegi, berwarna hijau. Aku bergegas menuju temapat dimana aku biasa mengambil air wudhu. Segera ku tunaikan kewajibanku yang sempat tertunda tersebut.
***
Makan siang kali ini terasa begitu berbeda. Senda dan gurau tidak merasa enggan keluar dari bibir ibuku. Adikku yang sedari tadi melahap makanannya, terbawa oleh gurauan ibuku. Aku merasa, hari ini adalah hari paling istimewa dalam hidupku. Hidangan yang tersaji di hadapanku, ku lahap dengan cepatnya
***
Aku bersiap menuju tempat dimana aku akan menemukan cara untuk menggapai semua mimpi dan anganku. Sebuah tempat yang menjadi jujukan bagi semua anak sepertiku. Ku persiapkan semua berkas yang diperlukan untuk pendaftaran. Aku tidak mau gagal hanya karena kekurangan berkas yang diperlukan.
Ku kayuh sepedaku menuju jalan kesukseskanku. Setelah beberapa saat, aku tiba di depan sebuah bangunan tua berarsitektur belanda. Ku amati sejenak bangunan yang berdiri gagah di tepi lalu lalang kendaran. Perlahan ku dekati pintu gerbang bangunan tersebut. Ku biarkan sepedaku beristirahat sejenak setelah menemaniku berjalan menuju tempat dimana sejuta prestasi akan ku raih.
Aku berkeliling menjelajahi setiap sudut bangunan tua tersebut. Ku amati setiap detail yang ada di sana. Namun betapa terkejutnya ketika aku melihat secarik kertas yang tertempel dengan manis di dinding. Di awal kertas tersebut tertulis,
“Bagi Siswa Yang Diterima, Harus Memenuhi Semua Persyaratan Sebagai Berikut:”.
Aku membaca larik demi larik kata yang terulis dalam kertas tersebut. Pada suatu titik, penjelajahan mataku terhenti. Berulang-ulang aku membaca kalimat yang berbunyi,
 “siswa yang diterima wajib membayar iuran pokok sebanyak Rp 2.600.000,- setiap bulan.”
Aku shock. Terlintas sebuah pertanyaan di benakku, bagaimana bisa orang tuaku membiayai sekolahku sedangkan gaji beliau kurang dari itu? Pertanyaan tersebut membuatku terdiam. Aku berusaha menemukan sebuah jawaban yang bisa mejawab pertanyaan tersebut. Namun, yang kutemukan hanyalah kekosongan dan kegelapan. Asa yang sudah terpatri di benakku, perlahan luntur dan meleleh. Harapanku kini hanya menjadi sebuah harapan semu, yang tak tahu apa aku bisa memperjelas harapan itu lagi.
Aku memutuskan untuk pulang. Pertanyaan tersebut masih terus menghantui pikiranku. Ku putuskan untuk mampir sejenak ke sekolahku. Siapa tahu aku bisa menemukan solusi bagi masalah yang sedang menderaku tersebut.
Aku duduk termenung di depan sebuah ruang yang sempat ku tempati untuk menimba ilmu. Tiba-tiba, sebuah tangan menepuk pundakku. Aku menoleh. Tepat di belakangku, berdiri sesosok orang yang sangat aku kenal, sosok yang selalu membimbingku, sosok yang menjadi panutanku dalam melangkah ke depan. Beliau adalah wali kelasku. Tangan kirinya memegang secarik kertas yang seperti poster. Aku melihatnya, dan beliau rupanya mengerti bahwa aku sangat ingin tahu apa isi dari kertas tersebut.
Beliau duduk disampingku dan bertanya,
“Rif, mengapa kamu murung begitu?”
“tidak apa-apa kok, Bu.” Jawabku.
“ada kabar baik untukmu.” Bu Leny berujar.
“maaf bu, kalau boleh tahu, kabar apa?” aku bertanya
Kemudian beliau menyerahkan secarik kertas yang sedari tadi dipegangnya. Aku membaca larik demi larik kata yang tertulis di kertas tersebut. Setelah tahu apa isi dari kertas tersebut, aku bagaikan menemukan setitik cahaya harapan di duniaku yang sudah sangat gelap itu. Aku memandang Bu Leny yang sedari tadi memperhatikan ku membaca kertas yang ternyata pamflet berisi informasi tentang beasiswa penuh dari sebuah foundation. Ingin rasanya aku memeluk beliau dan menangis bahagia. Bagiku beliau adalah malaikat yang dikirim oleh Allah SWT untuk menunjukan jalan yang lebih baik untuk menggapai semua cita-citaku.
Harapanku yang semula hanya harapan semu, kini berubah menjadi harapn yang sangat jelas. Kegelapan yang ada di duniaku kini mulai tersinari oleh cahaya yang sangat terang. Masa depanku kini mulai tampak, masa depan yang indah. Kesuksesan yang ada di depan sana seakan menunggu untuk masuk dalam genggamanku.
Satu kata yang terucap, “Alhamdullillah.”

bukan paksaan


“tok tok tok” terdengar suara ketukan pintu.
“nak, bangun nak !! udah jam 06.30.” suara mama terdengar jelas di telingaku.
“iya ma ! bentar lagi!” aku menyahutnya dengan mata yang masih tertutup.
Perlahan aku membuka mata, dan alangkah terkejutnya ketika jam beker kesayanganku menunjukkan pukul 06.30 persis seperti yang dikatakan mama. Aku terlonjak karena sekolahku masuk pukul 06.45. tanpa babibu, langsung aku sambar handuk yang tergantung rapi di sudut kamarku dan segera menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi dan ganti baju, aku langsung berlari menuju garasi yang ada di samping rumah. Sarapan yang disiapkan mama pun tak sempat aku menyentuhnya. Hanya segelas susu yang aku habisi sebelum berangkat ke sekolah.
Aku memacu kuda besi-ku bak orang kesetanan. Lalu lalang kendaraan lain tak aku hiraukan. Jalanan di kota Kediri memang tak sepadat Malang. Hanya satu tujuanku, sesegera mungkin tiba di sekolah. Namun harapanku untuk datang “tepat waktu” sirna. Sesampainya di sekolah, gerbang sekolah sudah tertutup rapat. Aku menengok arloji yang melingkar manis di tangan kiriku. 07.05 !!!!! “tidak !!!!!!!!!!!!.” dalam hati terdapat penyesalan kenapa kemarin malam aku begadang nonton film hingga jam 2 pagi ??!!. aku mulai mencari akal untuk dapat masuk ke sekolah. Setelah beberapa saat, akal yang ku pikirkan tak kunjung datang menghampiri otakku. Akhirnya ku beranikan diriku untuk mengahadapi Pak Jajang, security sekolahku yang terkenal dengan kegalakanya dalam mengahadapi siswa yang telat.
“pagi pak !!!” sapaku sok ramah dengan senyum yang ku paksakan dari luar gerbang.
“hemm....” Pak Jajang hanya berdehem dengan suaranya yang khas.
“pak , boleh masuk gag ???” aku bertanya dengan wajah tanpa dosa. Walau sebenarnya jantungku dag dig dug duer !!!.
“eh, loe lagi ron !!! sekarang udah jam berapa ???!!!!” Pak Jajang membentakku.
“ma..maaf pak !!!” nyaliku menciut mendengar suara Pak Jajang yang bagai petir di siang bolong.
“plis pak. Ijinkan saya masuk. Ntar sepulang sekolah saya traktir baksonya Mang Ujang dech !!!! suer !!!” aku pun memasang wajah yang memelas.
“boleh dua mangkok gak ??” kata Pak Jajang.
“yah ! pak ! masak dua mangkok sih ?? satu aja yach ?”
“kalau gitu kamu tetap di sini sampai bel istirahat berbunyi.”
“kok gitu pak ?? ya udah dech. Dua mangkok.”
“nah gitu kek dari tadi. Sekarang cepetan masuk !!!” kata Pak Jajang sambil tersenyum puas.
Setelah memarkir kuda besi-ku, aku langsung berlari menuju “my lovely class”. Rintangan pertama berhasil di lewati, namun masih ada satu rintangan lagi sebelum aku dapat duduk manis di bangku kesayanganku.
Sesampainya di depan pintu kelas, di sinilah rintangan kedua diawali, yaitu menghadapi Pak Tarjo, guru mapel kimia. Biasanya, kalau ada siswa yang terlambat pada saat jam pelajaran beliau, siswa tersebut pasti berdiri di depan kelas dengan satu kaki dan tangan memegang telinga.
“tok tok tok” aku mengetuk pintu.
“masuk” kata Pak Tarjo.
Aku memasuki kelas dengan ragu-ragu dan kecemasan yang luar biasa. Aku menunduk.
            “silakan duduk !” kata Pak Tarjo.
Bagai mendapat durian runtuh, aku langsung menuju tempat dudukku.
            “terima kasih pak.” Aku tetap menunduk dan langsung duduk di bangku kesayanganku.
Mungkin ini terjadi karena ada siswa baru yang pindah ke sekolahku dan tepat di kelasku.
            “Silakan duduk Rina ! kamu duduk di samping Ronald.” Kata Pak Tarjo.
Sontak aku tersentak kaget. Namun hal itu wajar, mengingat aku duduk sendiri. Rina pun duduk di sampingku. Aku memperhatikannya. Cantik sekali. Mungkin aku jatuh cinta pada pandangan pertama.
            “hai !” sapanya ramah dengan senyuman yang sangat manis di wajahnya.
Mendengar suara nan lembut tersebut, akupun seperti akan meleleh.
            “ha...hai juga !” aku membalasnya dengan perasaan nervous.
Aku mengulurkan tanganku untuk berkenalan dengannya. Dia menyambut tanganku dengan hangat.
            “kenalin, gue Ronald.” Kataku sambil tersenyum.
            “aku Rina. Pindahan dari Bandung.” Ujarnya.
            “owh .... salam kenal ea.
***
            Jam berdentum 3 kali, menunjukan sekarang pukul 15.00. saat yang dinantikan seluruh siswa kini telah tiba, yaitu bel tanda berakhirnya pelajaran di sekolah. Setelah keluar dari kelas, aku segera mengambil motorku yang sejak tadi pagi menungguku dengan setia di parkiran sekolah. Setelah itu, aku langsung tancap gas. Ketika melewati gerbang, Pak Jajang mencegatku.
            “mana janji kamu pagi tadi ?” Pak Jajang menagih janji.
            “i..iya pak.”
Aku memberinya uang Rp 15.000.
            “nah gitu dong ! cepetan pulang sana !.” Pak Jajang mengusirku.
Beberapa meter dari gerbang, aku melihat Rina berdiri di trotoar depan sekolah seperti sedang menunggu sesuatu. Aku menghampirinya dan bertanya.
“hai Rin ! lagi nunggguin siapa ?” tanyaku
“hai juga ! lagi nungguin angkot.” Jawabnya dengan senyumnya yang khas
“ehmm.... gimana kalau aku anterin pulang ?”
“terima kasih. Tapi aku naik angkot aja. Aku takut bikin kamu kerepotan.”
“nggak kok. Aku lagi gag ada acara. Aku anterin ya ??”
“he.em.” Rina mengangguk pelan dengan wajah yang tersipu malu.
Sepanjang perjalanan menuju rumahnya, kami berdua sering bercanda, mengobrol dan lain sebagainya. Beberapa menit kemudian, sampailah kami di rumahnya.
            “terima kasih ya Ron. Ga mampir dulu ?”
            “sama-sama. Ehm.... terima kasih tetapi maaf, sebaiknya aku langsung pulang. Mungkin lain kali. Sekali lagi, trima kasih ya.”
            “emh... ya deh.” Ujarnya singkat
            “aku pulang dulu ya. Assallamulaikum.”
            “waallaikumsalam. Hati-hati di jalan ya.”
Hari ini pun kututup dengan indah. Dengan senyuman yang merekah di bibirku.
            Semenjak itu, aku dan Rina semakin dekat, kami sering jalan bareng, SMSan, belajar bareng dan akupun seringkali main-main ke rumahnya. Dalam hatiku muncul rasa yang tidak biasa. Aku seperti ingin memilikinya. Aku telah jatuh cinta kepadanya.
            PDKTpun aku jalani untuk mendapatkan hati dan cintanya. Namun aku hanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mendekatinya lebih dalam. Aku mulai mengenal lingkungannya dan aku mulai mengenal orang tua Rina.
Kini, tibalah saat-saat yang ku tunggu. Setelah melakukan PDKT selama kurang lebih 1 bulan, aku memberanikan diri untuk menembaknya. Kupilih hari yang tepat. Malam minggu ini aku mengajaknya dinner di restoran langgananku. Tempatnya sangat romantis. Dengan di temani hidangan makan malam serta sebuah lilin kecil, ku beranikan diri untuk menyatakan perasaanku kepadanya.
“malam ini indah ya.” Aku membuka percakapan.
“iya. Banyak bintangnya.” Jawabnya sambil tersenyum.
“Rin, aku boleh ngomong sesuatu gag ma kamu ?” tanyaku dengan ragu
“boleh-boleh aja. Memangnya kamu mau ngomong apa cma aku ?” ujar Rina dengan nada yang sedikit menggoda.
“aku sayang sama kamu ! kamu mau ga jadi cewek aku ?” tiba-tiba aku mengucapkan kalimat singkat yang mewakili perasaanku saat ini.
            Rina sedikit kaget mendengar perkataanku tersebut. Namun sejurus kemudian, dia mengangguk pelan dan berkata,
            “ga ada alasan bagiku buat nolak kamu.” Ujarnya dengan senyuman.
            “ja...jadi kamu terima aku ?” aku meminta kepastian.
            “iya sayang.” Jawabnya singkat namun dengan nada menggoda.
Sejak saat itu, kami berdua pun resmi jadian. Hubungan kami menjadi semakin dekat. Banyak hal yang kami lalui bersama. Hari-hari menjadi semakin indah dengan hadirnya Rina dalam hidupku. Dunia pun seakan menjadi milik kami berdua.
***
            Pagi ini aku mendapat panggilan dari kepala sekolah. Aku memasuki ruangan beliau dengan gugup. Aku takut kalau aku mendapat hukuman dari beliau. Namun kekhawatiranku sirna ketika beliau memberitahukan bahwa aku mendapat beasiswa belajar di luar kota .tepatnya di Malang. Hal ini merupakan sebuah hadiah besar bagi “pahlawan kesiangan” sepertiku.
            Aku memberitahukan hal ini kepada Rina, dan Rina tampak murung mendengarnya. Ia takut kalau jauh di sana aku akan berpaling darinya. Aku meyakinkannya dan berjanji akan selalu setia.
            Kini tibalah hari keberangkatanku. Di sekolah, para guruku memberikan nasihat-nasihat sebelum aku berangkat. Sebelum memasuki mobil, aku melihat Rina sedang memandangku dengan tatapan sayu seakan tak rela melepasku. Aku menghampirinya dan membelai rambutnya. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku pasti akan kembali. Setelah beberapa saat, aku naik ke mobil dan mobilpun segera berangkat.
***
            Sudah dua bulan aku belajar di Malang. Dan selama dua bulan itulah komunikasiku dengan Rina hampir terputus. Aku berkonsentrasi penuh di dalam belajar namun masih aku sempatkan untuk sesekali menghubunginya, namun nomor Hpnya jarang sekali aktif.
            Setelah tiga bulan belajar Malang, kini tiba saatnya aku kembali ke Kediri. Hari pertama masuk sekolah, aku di langsung di sambut oleh para guru. Ketika memasuki kelas, teman sekelasku mengelu-elukan aku. Namun aku tidak melihat Rina. Aku menanyakan pada teman sekelasku, mereka mengatakan bahwa Rina pindah kelas.
            Jam istirahat telah tiba. Aku mengajak Johan untuk pergi ke kantin. Namun alangkah terkejutnya aku, di kantin, aku melihat Rina sedang makan bersama Rio. Mereka terlihat mesra sekali. Sesekali mereka saling menyuapi. Aku tertegun seakan tak percaya. Akupun membatalkan niatku dan kembali ke kelas.
***
            Malam ini, aku berencana nonton bersama Johan dan Febri. Pukul 19.00 mereka berdua menghampiri aku. Setelah meminta izin, akupun berangkat bersama mereka berdua. Sesampainya di bioskop, aku kembali melihat Rina bersama Rio. Kali ini mereka berdua lebih mesra. Mereka saling bergandengan tangan.
            Aku mencoba mengalihkan perhatian dengan ngobrol dengan Febri, namun sial, karena kurang waspada aku menabrak Rio. Rio pun terhuyung dan Rina dengan spontan membentakku. Akupun terdiam.
            “loe ini gimana sih ? nabrak orang sembarangan !” bentak Rina.
Rina segera menolong Rio.
            “sayang nggak apa-apa kan ?” kata Rina terhadap Rio.
Johan yang terkejut dengan ucapan Rina, spontan bertanya kepada Rina dengan nada tinggi.
            “apa ? sayang ? apa gua ga salah dengar ?” Johan kaget.
            “Ron, loe liat sendiri kan kelakuan cewek loe ?”
Rina pun menoleh ke arahku.
            “loe rela kalau Rina di rebut sama Rio ?” Febri menimpali.
            “apa loe gag sayang sama Rina, cewek loe ? lanjut Febri.
Emosiku pun seakan ingin meluap. Namun aku mencoba tenang dan tersenyum. Sejurus kemudian, terlontar sebuah kalimat dari mulutku.
            “bagiku, sayang bukan berarti harus memiliki. Sayang adalah bagaimana membuat orang yang kamu sayangi tersebut merasa bahagia tanpa harus selalu memiliki orang tersebut.”
            “Rin, kalau kamu lebih bahagia sama Rio, aku rela kok J. Asalkan kamu bahagia. Aku lakuin ini bukan berarti aku gag sayang sama kamu, tapi sebaliknya”.
            “terima kasih banyak atas semua yang udah kamu berikan kepadaku. Dan maaf bila aku pernah salah. Mungkin cukup sampai di sini.”
Aku berbalik arah dan melangkah pergi. Aku berjanji dalam hati, aku akan belajar melupakannya.
***
Hari-hariku kini terasa lebih bebas karena tidak ada yang mengekang dan mengatur kehidupanku. Aku juga tidak lagi merasakan sakit hati. Ceritaku menjadi semakin berwarna berkat hadirnya sahabat-sahabatku. Aku pun berhasil melupakannya. Dan, inilah aku yang sekarang !!! bagiku cinta bukanlah suatu pemaksaan untuk mencapai kebahagiaan, tapi cinta adalah sebuah kebahagiaan yang diraih tanpa pemaksaan. ^_^
Diberdayakan oleh Blogger.